Belawan, Medan Sumatera Utara MediaOrganisasiSiberIndonesia.comKetua Umum Anak Belawan Bersatu (ABB), Dedi Ainal, angkat bicara terkait kondisi Jalan Pelabuhan Raya Belawan yang rusak parah selama bertahun-tahun tanpa adanya perhatian serius dari PT Pelindo maupun Pemerintah Kota Medan. Padahal, setiap harinya jalan tersebut dilalui oleh truk kontainer dan kendaraan berat yang keluar masuk Pelabuhan Belawan. Selasa 10/02/2026.
Aktivitas kendaraan bermuatan besar ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya masyarakat Kelurahan Bagan Deli.
“Sudah sering terjadi kecelakaan lalu lintas dan banyak kendaraan masyarakat mengalami kerusakan akibat jalan berlubang di sepanjang Jalan Pelabuhan Raya,” ujar Dedi Ainal, Senin (09/02/2026).
Menurut Dedi, tanggung jawab atas kerusakan jalan tersebut tidak hanya berada pada PT Pelindo, tetapi juga perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di kawasan Belawan dan menggunakan akses jalan tersebut setiap hari.
Ia menyebutkan beberapa perusahaan yang dinilai ikut berkontribusi terhadap kerusakan jalan, di antaranya PT Sinar Mas, PT Musim Mas, PT PHG, PT Belawan Indah, PT SAN, serta depo penumpukan kontainer di kawasan Pelabuhan Belawan.
Dedi juga menyampaikan aspirasi masyarakat agar PT Pelindo dan Pemerintah Kota Medan memberikan kepercayaan kepada masyarakat setempat untuk dilibatkan dalam pengelolaan dan perawatan jalan secara terbuka dan transparan.
“Jika masyarakat diberi wewenang, ini bisa membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar,” tambahnya.
Selain itu, masyarakat mempertanyakan dana-dana yang selama ini dikutip oleh PT Pelindo, seperti uang sharing pelabuhan, uang pas, uang kebersihan, dan berbagai pungutan lainnya. Namun hingga kini, belum terlihat adanya perbaikan jalan yang signifikan dari hasil pungutan tersebut.
Pelabuhan Belawan sebagai salah satu pelabuhan internasional dan pusat aktivitas industri terbesar di Indonesia dinilai seharusnya memiliki tanggung jawab besar terhadap lingkungan sekitar, terutama dalam menjaga kondisi infrastruktur jalan.
Dedi juga menyoroti cepatnya proses reklamasi laut yang dilakukan PT Pelindo untuk pembangunan dermaga penumpukan kontainer di kawasan Gabion Belawan. Menurutnya, proses tersebut berjalan sangat cepat, sementara perbaikan jalan yang rusak justru tidak kunjung ditangani secara serius.
“Menimbun laut bisa cepat dilakukan, tapi memperbaiki jalan yang rusak bertahun-tahun tidak terlihat keseriusannya,” tegas Dedi.
Sementara itu, Direktur PT Pelindo Regional 1 Belawan, Junedi Ramli, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat terkait kondisi Jalan Pelabuhan Raya Belawan, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan.
Terpisah, Ketua DPD MOSI (Media Organisasi Siber Indonesia) Kota Medan, Rudi Hutagaol, menyampaikan keprihatinannya atas sikap PT Pelindo yang dinilai kurang responsif terhadap keresahan masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan sikap PT Pelindo yang terkesan acuh. DPD MOSI akan melayangkan surat permohonan konfirmasi resmi untuk mengawal aspirasi masyarakat Belawan,” ujar Rudi.
(Tim / R.Duha).




